Kumbanews.com – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mulai mempercepat pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan.
Tak hanya fokus di daratan, perhatian kini menyasar kebutuhan dasar warga pulau yang selama ini kerap terbatas, terutama penerangan jalan.
Komitmen tersebut langsung diwujudkan. Dalam waktu kurang dari satu bulan sejak aspirasi warga disampaikan saat Safari Ramadan akhir Maret 2026, pemasangan lampu jalan sudah terealisasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Wali Kota untuk memastikan pembangunan dirasakan merata.
“Ini merupakan komitmen Bapak Wali Kota agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, merasakan pembangunan,” ujar Rheza, Minggu (19/4/2026).
Melalui Unit Pelaksana Teknis Penerangan Jalan Umum (UPT-PJU), Dinas Perhubungan telah memasang 40 unit lampu jalan tenaga surya (solar cell).
Rinciannya, sebanyak 25 unit terpasang di Pulau Barrang Lompo dan 15 unit lainnya di Pulau Lanjukang.
Penggunaan lampu berbasis energi terbarukan ini dinilai tepat untuk wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses listrik konvensional.
Selain ramah lingkungan, teknologi solar cell juga dinilai efektif untuk meningkatkan penerangan pada malam hari, sekaligus menunjang keamanan dan aktivitas ekonomi warga.
“Bukan sekadar lampu, ini tentang menghadirkan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Rheza.
Pemkot Makassar juga memastikan program ini akan terus diperluas ke titik-titik lain yang masih membutuhkan penerangan.
Pete-Pete Laut Segera Hadir
Tak hanya penerangan, Pemkot Makassar juga menyiapkan solusi transportasi bagi warga kepulauan.
Dalam waktu dekat, layanan transportasi laut atau pete-pete laut ditargetkan mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026.
Rencana ini disampaikan Munafri saat menerima kunjungan Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan RI, Suharto, di Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (17/4/2026).
Munafri menekankan pentingnya konektivitas antar pulau untuk mendukung mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Rute kapal antar pulau ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi sekaligus memperkuat konektivitas,” ujarnya.
Rute yang disiapkan mencakup sejumlah pulau, termasuk Barrang Lompo hingga Lanjukang.
Program ini menjadi bagian dari visi-misi pemerintahan MULIA yang menitikberatkan pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan.
Ke depan, Pemkot juga merencanakan pembangunan dermaga serta rumah singgah bagi warga pulau di daratan Kota Makassar.
Warga Rasakan Dampak Nyata
Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota.
Menurutnya, program penerangan jalan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran lampu jalan tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memberi rasa aman bagi warga saat beraktivitas pada malam hari.
Selain itu, berbagai program lain juga mulai dirasakan, termasuk kemudahan layanan administrasi kependudukan yang kini bisa diakses langsung di kelurahan.
“Kalau dulu harus ke kecamatan atau Dukcapil, sekarang sudah bisa diurus di kelurahan. Ini sangat memudahkan,” jelasnya.
Atas berbagai program tersebut, masyarakat kepulauan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar.





