Kumbanews.com – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menutup rangkaian kegiatan upgrading pengurus harian periode 2025/2026 pada Ahad, 12 April 2026.
Kegiatan penutupan berlangsung di Villa Bijaya, Pappatalang, Kampung Beru, Kabupaten Takalar, setelah sebelumnya dilaksanakan sejak 10 April 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sekaligus penguatan solidaritas kepengurusan.
Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi strategis yang relevan dengan kebutuhan organisasi, mulai dari kepemimpinan dan manajemen konflik, kedisiplinan organisasi dan manajemen waktu, komunikasi efektif, hingga pedoman kelembagaan.
Tak hanya itu, upgrading juga diisi dengan sesi refleksi, games, serta berbagi pengalaman. Rangkaian tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Muhammad Ammar Latif, menegaskan bahwa materi yang diterima tidak boleh berhenti pada tataran teori semata, melainkan harus diwujudkan dalam kinerja nyata.
“Saya harap materi yang telah diberikan dapat diaplikasikan dalam setiap tanggung jawab, baik untuk lembaga maupun pengembangan diri. Ini juga menjadi momentum memperbaiki hubungan emosional, kerja sama, dan loyalitas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen untuk berubah. Menurutnya, tanpa kemauan untuk mengimplementasikan materi, hasil dari upgrading tidak akan memberikan dampak signifikan.
“Sebesar apa pun materi yang diterima, jika tidak diiringi kemauan untuk berubah, maka hasilnya akan kembali nol,” tegasnya.
Sementara itu, Pendamping Kepengurusan LPM Penalaran UNM periode 2025/2026, Andi Iksan Arkam, menekankan bahwa upgrading harus menjadi titik awal bagi pengurus untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri.
Menurutnya, luaran dari kegiatan ini diharapkan mampu menunjang kinerja lembaga sekaligus mendorong peningkatan kualitas individu pengurus secara menyeluruh.
“Harapan akan hasil maksimal tentu ada, namun yang lebih penting adalah bagaimana pengurus bisa belajar, berkembang, dan meningkatkan skill,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Andi Iksan Arkam. Seluruh rangkaian yang telah dilalui diharapkan menjadi bekal bagi pengurus dalam menjalankan kepengurusan yang lebih optimal, solid, dan berorientasi pada pengembangan lembaga ke depan.





