Zulkifli Hasan: Tidak Semua Persoalan Harus Dibawa ke Ranah Hukum

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ikut menanggapi kubu Prabowo yang melaporkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bawaslu. Penyebabnya, gara-gara pose satu dan dua jari yang dilakukan saat penutupan International Monetary Fund (IMF)-World Bank. Kubu Prabowo menilai hal itu bisa menciderai demokrasi karena dianggap mempromosikan pasangan calon nomor urut 01 di acara internasional.

Dengan adanya pelaporan tersebut, Zukifli mengingatkan kepada pejabat negara agar lebih berhati-hati ke depannya. Namun, di lain pihak ia juga tak setuju apabila setiap persoalan dibawa ke ranah hukum.

Bacaan Lainnya

Lalu, apa pesan lainnya yang disampaikan oleh Zulkifli?

1. Zulkifli ingatkan pejabat negara dan elit politik harus berhati-hati

Zulkifli menerangkan, di tahun politik saat ini, tensi politik memang sedang naik. Sehingga, persoalan kecil juga bisa menjadi besar. Ia juga mengingatkan kepada pejabat negara dan elit politik untuk berhati-hati dalam setiap hal yang dilakukan ke depannya.

“Karena kita ini 6 bulan kampanye dalam 5 tahun. Dalam 4,5 tahun kan tidak. Jadi kita tidak terbiasa menghadapi, yang tadinya biasa sekarang jadi tidak biasa, yang sekarang boleh jadi tidak boleh,” kata Zulkifli di Gedung DPR RI pada Kamis (18/10).

“Misalnya Bu Sri Mulyani dan Pak Luhut kan, dulu bercanda begitu biasa, tapi itu jadi pelanggaran. Tentu saya sepakat sama Pak JK, harus hati-hati,” kata dia.

2. Zulkifli melihat persoalan Luhut dan Sri Mulyani hanya bercanda

Zulkifli juga menjelaskan pose yang dilakukan oleh Luhut dan Sri Mulyani terlihat memang hanya bercanda. Menurutnya, persoalan kedua pejabat itu harus dilakukan secara bijaksana.

“Saya kira (harus tetap) hati-hati, tapi itu saya lihat, saya dengar juga ya, sepertinya kan bercanda. Apa harus dihukum? Walaupun saya pendukung Prabowo, ya kita serahkan, tapi harus bijaksana,” katanya lagi.

3. Zulkifli tak setuju bila semua persoalan dibawa ke ranah hukum

Namun, Zulkifli mengaku kurang setuju bila semua persoalan dibawa ke ranah hukum. Karena terkadang, permasalahan diciptakan karena tidak sengaja.

“Kalau ada yang keceplosan karena enggak sadar, enggak ngeh, apa itu harus dihukum? Kalau begitu kita bisa kena hukum semua. Jadi, milih-milih menurut saya, dipilah-pilah mana pelanggaran yang sengaja, mana yang memang karena enggak biasa,” katanya.

Pos terkait