Kumbanews.com – Modus penipuan investasi saham dan kripto terus berkembang seiring pesatnya teknologi digital. Salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku adalah grup Telegram, dengan iming-iming keuntungan cepat dan pendampingan trading ilegal.
Aplikasi investasi dan perdagangan kripto Pluang mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan grup Telegram yang terindikasi melakukan penipuan dengan mencatut nama dan logo resmi Pluang. Grup-grup tersebut menyasar calon korban dengan berbagai tawaran investasi palsu.
Director of Marketing and Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, mengatakan para pelaku umumnya menjanjikan cuan instan serta mengajak korban bergabung ke grup eksklusif atau menitipkan dana investasi.
“Para pelaku biasanya menawarkan kesempatan cuan cepat, pendampingan trading, hingga skema titip dana investasi yang jelas tidak resmi,” kata Andreas dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).
Ia mengungkapkan, belakangan ini setidaknya terdapat 33 akun grup Telegram yang mengatasnamakan Pluang dan terindikasi kuat sebagai penipuan. Nama grup dibuat semenarik mungkin, seolah berisi informasi rahasia seputar saham dan perdagangan kripto.
Pluang mengimbau para investor untuk lebih waspada serta segera melaporkan akun mencurigakan melalui kanal resmi perusahaan. Pengguna juga diminta menyertakan tangkapan layar sebagai bahan verifikasi tim bantuan Pluang.
“Daftar akun palsu yang telah kami identifikasi dapat diakses melalui blog resmi Pluang di pluang.com/akademi,” ujarnya.
Ciri-Ciri Akun Investasi Palsu
Pluang turut membagikan sejumlah ciri akun Telegram yang patut diwaspadai:
Menghubungi pengguna lebih dulu lewat pesan pribadi (DM). Akun resmi Pluang tidak pernah menawarkan investasi melalui chat personal.
Menjanjikan keuntungan tidak masuk akal tanpa penjelasan risiko.
Meminta transfer dana di luar aplikasi, baik ke rekening pribadi maupun dompet digital tertentu.
Mengarah ke tautan tidak resmi dan meminta data pribadi pengguna.
Menyamar sebagai admin, menggunakan username mirip akun resmi dengan tambahan angka atau karakter.
Kasus Penipuan Terungkap Polisi
Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya membongkar sindikat penipuan online lintas negara yang menggunakan modus investasi saham dan kripto palsu. Tiga orang pelaku berhasil diamankan, salah satunya seorang perempuan.
Sindikat tersebut beraksi melalui media sosial, grup WhatsApp, dan Telegram dengan menyamar sebagai pakar saham dan pelatih investasi. Korban dijanjikan keuntungan besar dengan modal kecil, namun dana justru raib.
“Modusnya adalah penipuan daring berkedok investasi saham dan kripto,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi.
Kasus ini terungkap setelah korban melapor kehilangan dana lebih dari Rp3,05 miliar. Para pelaku mengaku sebagai sekuritas dan pedagang aset keuangan digital untuk membangun kepercayaan korban.
Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menambahkan, pengungkapan kasus ini memakan waktu lebih dari satu bulan. Penangkapan dilakukan di Singkawang Barat, Kalimantan Barat, dan para pelaku diketahui terhubung dengan jaringan internasional yang berbasis di Malaysia. (***)





