Kumbanews.com – PT Ormat Geothermal Indonesia bersiap menggarap potensi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Proyek ini ditaksir menelan investasi hingga Rp1,5 triliun dengan target kapasitas awal 30 megawatt (MW).
Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Ormat Technologies yang berdiri pada 1965 di Yavne, Israel, dan dikenal sebagai salah satu pemain global di sektor energi panas bumi.
Tahap awal proyek akan difokuskan pada pengeboran tiga sumur eksplorasi berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 2024. Eksplorasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan cadangan dan kelayakan produksi listrik berbasis geothermal di wilayah tersebut.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut investasi geothermal di Luwu Utara menjadi salah satu alasan pemerintah provinsi mempercepat perbaikan akses infrastruktur menuju wilayah Seko dan sekitarnya.
“Ada investasi geothermal di Luwu Utara dengan anggaran triliunan rupiah, makanya kita dorong perbaikan akses ke Seko,” ujarnya.
Secara geografis, Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik yang membuat potensi energi panas bumi sangat melimpah. Energi ini bersifat terbarukan, memiliki emisi gas rumah kaca rendah, serta mampu memasok listrik secara stabil sepanjang tahun karena tidak bergantung pada cuaca.
Masuknya investasi di sektor geothermal memperkuat posisi Luwu Raya sebagai salah satu kawasan kaya sumber daya alam di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, sektor pertambangan nikel di Luwu Timur telah lebih dulu berkembang melalui investasi besar.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel mencatat, realisasi investasi 2025 menempatkan Luwu Timur dan Luwu dalam lima besar daerah penyumbang investasi tertinggi di provinsi ini. Luwu Timur berada di posisi kedua dengan nilai Rp4,2 triliun atau 21,53 persen dari total investasi Sulsel, sementara Luwu menyusul di peringkat ketiga dengan Rp2,81 triliun atau 14,42 persen.
Dengan tambahan potensi geothermal di Luwu Utara, kontribusi kawasan Luwu Raya diproyeksikan semakin signifikan dalam peta investasi dan ketahanan energi daerah.





