Menlu Sugiono Bongkar Rahasia Biaya Misi Perdamaian TNI ke Gaza

Sugiono menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas Gaza melalui misi perdamaian TNI. (istimewa)

Kumbanews.com – Rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza dalam kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) kini memasuki tahap akhir persiapan. Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa pendanaan misi tidak sepenuhnya dibebankan ke APBN Indonesia.

“Sumber biaya ini melibatkan komitmen dari negara lain dan sektor swasta yang tergabung dalam Board of Peace, sehingga operasional bisa berjalan maksimal,” ujar Sugiono saat konferensi pers di Washington DC, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, sembilan negara telah menyatakan dukungan dana signifikan, yaitu Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, dengan total kontribusi mencapai 7 miliar Dolar AS. Dana ini digunakan untuk menutupi logistik dan operasional pasukan di lapangan.

Meski begitu, Indonesia tetap menanggung sebagian biaya sebagai negara pengirim pasukan. Prinsip ini menerapkan burden sharing yang proporsional antara penyedia pasukan dan donor internasional.

Presiden Prabowo Subianto memastikan kelompok advance TNI akan diberangkatkan dalam 1–2 bulan ke depan, menunjukkan kesiapan Indonesia menjalankan mandat perdamaian di Gaza.

Sugiono menambahkan bahwa kerja sama internasional ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatik dan reputasi di kancah global.

 

Pos terkait