Kumbanews.com – Timnas Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang jauh berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Jika dulu kerap dianggap kuda hitam dari Afrika, kini mereka menjelma menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di panggung dunia.
Perkembangan pesat Maroko dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama perubahan tersebut. Dengan fondasi tim yang semakin solid dan regenerasi pemain yang berjalan mulus, performa mereka terlihat lebih stabil di berbagai ajang internasional.
Momentum positif itu kian menguat setelah Maroko dinobatkan sebagai juara Piala Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), menyusul pencabutan gelar Senegal. Status tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri skuad Atlas Lions menjelang Piala Dunia 2026.
Dengan ekspektasi tinggi, Maroko kini tidak sekadar hadir sebagai peserta. Mereka membawa ambisi besar untuk melampaui pencapaian sebelumnya dan kembali mencetak sejarah.
Perjalanan Meyakinkan ke Piala Dunia 2026
Maroko tampil dominan sepanjang kualifikasi zona Afrika. Mereka berhasil finis sebagai pemuncak Grup E dengan catatan sempurna, mengoleksi 18 poin dari enam pertandingan tanpa kehilangan satu pun angka.
Kepastian lolos ke putaran final diraih dengan cara impresif setelah menghajar Niger 5-0 pada 5 September 2025. Hasil tersebut menjadikan Maroko sebagai negara Afrika pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Konsistensi di semua lini membuat Maroko tampil sebagai tim yang sulit ditaklukkan. Keseimbangan antara lini serang dan pertahanan menjadi kekuatan utama mereka.
Rekam Jejak dan Ambisi Lebih Tinggi
Maroko memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dengan tujuh kali tampil di putaran final, yakni pada 1970, 1986, 1994, 1998, 2018, 2022, dan 2026.
Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2022 saat finis di posisi keempat. Hasil tersebut mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika dan Arab pertama yang menembus semifinal.
Sejak saat itu, ekspektasi terhadap Maroko meningkat drastis. Kini, mereka tidak lagi dipandang sebagai tim pelengkap, melainkan penantang serius yang siap bersaing dengan kekuatan besar dunia di Piala Dunia 2026.





