Kumbanews.com – Sebanyak 626 calon jemaah haji asal Kabupaten Maros dipastikan menerima uang saku (living cost) sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3 juta lebih pada musim haji 2026.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan jumlah jemaah tahun ini terdiri dari 409 perempuan dan 217 laki-laki yang akan diberangkatkan dalam 14 kelompok terbang (kloter).
Kloter utama, yakni kloter 14, dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 30 April dan berangkat ke Tanah Suci pada 1 Mei 2026.
“Kloter terakhir atau kloter 43 diperkirakan berangkat sekitar 20 Mei 2026, atau enam hari sebelum penutupan penerimaan jemaah di Makkah,” ujarnya usai rapat koordinasi bersama Kementerian Agama Kabupaten Maros, Selasa (14/4/2026).
Prosesi pelepasan jemaah haji tahun ini akan digabung dengan penutupan Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros. Pemerintah daerah mengklaim langkah ini sebagai upaya efisiensi kegiatan, dengan pengaturan teknis untuk mencegah penumpukan peserta.
Mayoritas jemaah haji Maros tahun ini merupakan lanjut usia. Sekitar 75 persen di antaranya berusia 65 tahun ke atas.
Karena itu, pemerintah menyiapkan layanan khusus, termasuk petugas pendamping dan fasilitas seperti kursi roda untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan jemaah selama proses ibadah.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan perlengkapan jemaah seperti koper masih dalam proses pengiriman dari kantor wilayah.
Ia juga mengingatkan jemaah agar bersiap menghadapi suhu panas ekstrem di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.
“Jemaah diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan pelindung seperti masker dan kacamata,” ujarnya.
Jemaah juga diimbau tidak memaksakan ibadah sunnah di tengah cuaca ekstrem guna menghindari risiko dehidrasi.





