Rutan Pinrang Sesak, Napi Narkoba Dominan, Kapasitas Jebol 169 Persen

Tampak gedung Rutan Pinrang yang kini menampung ratusan warga binaan, dengan jumlah penghuni melebihi kapasitas dan didominasi kasus narkoba.(Istimewa)

Kumbanews.com – Kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pinrang kian mengkhawatirkan. Jumlah penghuni terus membludak, sementara kasus narkoba justru mendominasi isi rutan.

Hingga April 2026, total warga binaan mencapai 356 orang. Padahal, kapasitas ideal rutan diperkirakan hanya sekitar 200 hingga 210 orang.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini membuat tingkat hunian menembus 169 persen atau hampir dua kali lipat dari daya tampung yang seharusnya.

Yang paling mencolok, sebanyak 71 persen warga binaan merupakan kasus narkotika. Artinya, dari setiap 10 orang penghuni, sekitar 7 orang terjerat kasus narkoba.

Kepala Rutan Pinrang, Andi Erdiyangsah Bahar, melalui Humasnya membenarkan kondisi tersebut.

“Jumlah warga binaan saat ini 356 orang, dan kasus yang paling mendominasi adalah narkotika sekitar 71 persen,” ujarnya kepada redaksi, Minggu (19/4/2026).

Komposisi penghuni juga didominasi laki-laki, yakni 343 orang, sementara perempuan hanya 13 orang.

Dengan selisih sekitar 140 lebih penghuni dari kapasitas normal, kondisi rutan kini berada dalam tekanan serius. Kepadatan ini berpotensi memengaruhi kualitas pembinaan hingga aspek keamanan di dalam rutan.

Meski demikian, pihak rutan mengklaim sistem pengamanan tetap berjalan maksimal. Pengawasan dilakukan selama 24 jam menggunakan CCTV, didukung pintu elektrik yang hanya bisa diakses petugas, serta pintu putar yang membatasi akses satu orang setiap melintas.

“Sistem pengamanan berjalan 24 jam dengan pembagian tiga shift, pagi, siang, dan malam, serta kontrol rutin di setiap pos jaga,” jelasnya.

Selain itu, Rutan Pinrang juga menyediakan fasilitas komunikasi bagi warga binaan melalui aplikasi “Kabarin”. Layanan ini memungkinkan panggilan telepon dan video call yang dapat dipantau untuk mencegah penyalahgunaan.

Sebanyak 17 perangkat berbasis Android disiapkan untuk mendukung layanan tersebut.

Meski berbagai sistem telah diterapkan, kondisi rutan yang penuh sesak dan dominasi kasus narkoba tetap menjadi persoalan serius. Publik berharap ada langkah nyata untuk mengurai kepadatan sekaligus menekan peredaran narkoba yang terus mendominasi.

Pos terkait