Dinkes Enrekang Bantah soal Gaji Honorer Tenaga Medis yang belum Dibayar 

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Pemerintah Kabupaten Enrekang dituding belum membayar gaji honorer tenaga medis non ASN Dinas Kesehatan selama 6 (enam) bulan.

Diduga gaji honorer tenaga medis di alihkan ke anggaran kesehatan penanganan covid – 19, pasalnya anggaran tersebut berasal dari potongan anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang jumlahnya mencapai Rp 15 miliar.

Bacaan Lainnya

Pemerhati pemerintah Ridwan Wawan Poernama, menyebut jika tenaga honerer dan kontrak fungsinya sama. Tidak ada alasan untuk tidak membayarkan gaji mereka.

“Tahun anggaran 2020 telah selesai, kok honorer tenaga medis belum terbayarkan, anggarannya kemana?, apa gunanya kegiatan yang anggarannya disusun melalui APBD Kabupaten Enrekang jika tidak terbayarkan. Mau melalui DAK atau DAU honorer tenaga medis atau sukarela harus di bayarkan karena, mengikuti pada kegiatan,” kata Ridwan, Jumat (1/01/2021).

Ditambahkan Ridwan, termasuk gaji Tim Reaksi Cepat (TRC) Bentukan Dinas Kesehatan tidak ada alasan untuk tidak terbayarkan. Mereka berjuang penuh di tengah pandemi covid- 19. Mereka punya hak untuk menikmati hasil keringatnya.” Ucap Ridwan Wawan.

Sementara itu pihak Dinas Kesehatan Enrekang Sutrisno, SE,.SKM.,M.M, melalui sambungan telpon whatsapp membantah terkait gaji tenaga honor yang belum dibayar selama 6 (enam ) bulan.

“Tidak benar, gaji tenaga honorer dan Tim Reaksi Cepat ( TRC) bentukan Dinas Kesehatan sudah terselesaikan semuanya. Itu sudah dibayar mulai Desember 2020. Hanya saja memang ada media yang mengangkat terus dan saya tidak tau apa motifnya.”Ungkap Sutrisno, Rabu,(06/01/2021).

Muh.Yusuf Hafid

Pos terkait