Dirut LPDP Minta Maaf Polemik “Cukup Saya WNI”, Alumni Diingatkan Jaga Etika

Dirut LPDP Sudarto menyampaikan permohonan maaf dan mengingatkan alumni menjaga etika karena beasiswa berasal dari dana publik. (Istimewa)

Kumbanews.com – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permohonan maaf menyusul viralnya pernyataan alumni penerima beasiswa, Dwi Sasetyaningtyas, yang memicu polemik di media sosial.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Sudarto, menyesalkan unggahan yang memuat pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan” karena dinilai tidak mencerminkan nilai kebangsaan yang dijunjung penerima beasiswa LPDP.

Bacaan Lainnya

“Kami atas nama LPDP dan alumni menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi,” ujar Sudarto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Rabu (25/2/2026).

Ingatkan Alumni: Dana dari Uang Pajak

Sudarto menegaskan bahwa beasiswa LPDP bersumber dari dana publik. Karena itu, setiap penerima memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika dan nilai kebangsaan.

“Saya perlu menyampaikan kepada seluruh alumni LPDP, tolong ke depan bisa menjaga etika moral dan nilai kebangsaan. Ingat, Anda memakai uang pajak,” tegasnya.

Ia meyakini mayoritas alumni telah berkontribusi nyata di berbagai sektor. Namun, polemik ini menjadi pengingat agar seluruh awardee menjaga integritas dan kepercayaan publik.

36 Penerima Beasiswa Masih Diperiksa

Selain kasus yang viral, LPDP mengungkapkan masih ada 36 penerima beasiswa yang belum menjalankan kewajiban mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.

Menurut Sudarto, pihaknya telah memeriksa lebih dari 600 alumni berdasarkan data perlintasan keimigrasian, laporan masyarakat, serta pemantauan media sosial.

LPDP menegaskan setiap kasus diproses secara objektif dan proporsional. Jika terbukti melanggar kewajiban, penerima beasiswa dapat dikenai sanksi berupa pengembalian dana pendidikan serta pemblokiran akses program LPDP di masa mendatang.

Sudarto menambahkan, polemik ini menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat regulasi dan memastikan kontribusi alumni tetap sejalan dengan tujuan program, yakni membangun sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.

 

Pos terkait