Indah Ingin Kakao di Luwu Utara tidak Hanya Terbesar, tapi Juga Terbaik

  • Whatsapp

Kunbanews.com- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, berharap agar ikon yang selama ini terbangun bahwa Luwu Utara adalah daerah penghasil kakao terbesar di Sulsel tidak hanya terbesar saja, melainkan bisa menjadi yang terbaik. Hal ini Bupati sampaikan di acara Tanam Perdana Kakao di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta, Sabtu 1 September 2018.

Bupati Indah mengatakan, dengan predikat sebagai kabupaten penghasil kakao terbesar dan terbaik, tentu akan berkontribusi massif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Luwu Utara. Mengingat luas tanam kakao di Luwu Utara adalah yang terbesar di Sulsel. “Dari total luas tanam kakao di Sulsel, 60% itu ada di Luwu Utara,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Indah juga mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan tanam perdana kakao, karena menurutnya, dengan adanya penanaman perdana ini berarti mempertegas keseriusan pemerintah daerah dalam mencapai cita-cita sebagai penghasil kakao terbaik di Sulsel. “Ini salah satu bentuk keseriusan kita. Untuk itu, saya mengapresiasi apa yang kita lakukan hari ini,” tutur Indah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Armiady, mengatakan, kegiatan penanaman perdana ini dilakukan dengan persiapan lahan kurang lebih 60 hektar, yang tersebar di lima kecamatan dan 10 desa. Khusus di Baebunta, ada delapan 10 poktan. “Desa Tarobok paling luas lokasinya dengan lahan 15 hektar,” ungkap Armiady.

“Kita memilih menanam kakao dibanding tanaman lainnya karena kita melihat komitmen Bupati yang begitu besar dan kuat dalam mengembangkan kakao di Luwu Utara, utamanya juga karena Luwu Utara adalah daerah potensial untuk kakao. Membuka kembali lahan yang tidak termanfaatkan adalah salah satu solusinya,” pungkas isteri Muhammad  Fauzi ini.

Selain  Bupati Indah Putri Indriani dan Kepala DKP, turut pula hadir dalam kegiatan ini, Kepala BAPPEDA Rusydi Rasyid, Kepala Dinas TPHP Agussalim Lambong, Inspektur Inspektorat Muhammad Asyir Suhaeb, Camat Baebunta Andi Yasir Pasandre, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani (poktan), dan masyarakat setempat.

Pos terkait