Dari Sungguminasa, Lapas Maros Bawa Pulang Ide Baru untuk Perkuat Layanan dan Pembinaan

Jajaran Lapas Kelas IIB Maros bersama peserta MagangHub saat melakukan studi tiru di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. (Dok. Humas Lapas Maros)

Kumbanewa.com – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros. Salah satunya melalui kegiatan studi tiru ke Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran petugas Lapas Maros bersama peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemasyarakatan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya

Kunjungan pertama dilakukan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan disambut langsung oleh Kepala Lapas, Yohana Widayati, beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau berbagai program pembinaan warga binaan, layanan administrasi, hingga inovasi yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Kedatangan mereka disambut Kepala Lapas Narkotika, Gunawan, yang memaparkan sejumlah program unggulan, khususnya dalam bidang pembinaan kemandirian serta upaya rehabilitasi bagi warga binaan.

Melalui kegiatan ini, jajaran Lapas Maros bersama peserta MagangHub memperoleh berbagai masukan, mulai dari penerapan sistem kerja yang efektif, peningkatan disiplin organisasi, hingga strategi pengembangan layanan publik.

Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa studi tiru menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan.

“Kami ingin terus belajar dari satuan kerja lain yang telah menghadirkan program yang baik. Melalui studi tiru ini, kami berharap kualitas pelayanan, pembinaan, dan kinerja organisasi di Lapas Maros semakin meningkat,” ujar Imran.

Ia berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi referensi dalam menghadirkan inovasi baru di Lapas Maros.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi wadah berbagi pengalaman, studi tiru ini juga mempererat hubungan antar UPT pemasyarakatan di Sulawesi Selatan, sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi peserta MagangHub dalam memahami praktik di lapangan guna mewujudkan sistem yang semakin profesional, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pos terkait