Kumbanews.com – TIM pencarian dan pertolongan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Total 11 paket jenazah atau bagian tubuh korban kini telah diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyatakan dua paket terakhir berhasil dievakuasi pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, masing-masing pukul 08.55 dan 09.16 WITA. “Dengan ditemukannya dua paket terakhir, seluruh korban yang berada di lokasi telah berhasil dievakuasi,” ungkap Andi Sultan.
Dari 11 paket tersebut, 10 berisi jenazah utuh yang telah diidentifikasi secara awal, sementara satu paket berisi potongan tulang atau bagian tubuh. Jumlah korban pasti akan ditetapkan melalui proses identifikasi forensik oleh pihak rumah sakit.
Sebaran lokasi penemuan korban bervariasi. Dua korban awal ditemukan di lokasi yang berjauhan, sedangkan delapan paket lainnya berada di sekitar bangkai pesawat. Lokasi utama penemuan berada sekitar 350 meter dari puncak gunung, dengan radius penemuan jenazah sekitar 80 meter dari badan pesawat.
Andi menambahkan, seluruh paket jenazah telah dievakuasi dari lokasi. Operasi pencarian dinyatakan selesai, dan tim di lapangan kini tinggal menunggu seluruh personel untuk turun dari puncak gunung sebelum melakukan debriefing.
Berdasarkan manifes, pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang. Tujuh kru terdiri dari kapten sekaligus pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan Gunawan, flight operation officer Hariadi, serta dua teknisi pesawat Restu Adi P dan Dwi Murdiono. Layanan kabin dijalankan oleh Florencia Lolita dan Esther Aprilita.
Tiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang bertugas patroli kemaritiman di wilayah Makassar, yaitu Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval.





