Rusia Kecam Serangan AS ke Venezuela, Serukan Deeskalasi dan Dialog

Dalam pidatonya, Putin berterima kasih kepada bangsa karena telah menunjukkan persatuan patriotik sambil mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa pilot Rusia tewas menentang pawai kelompok milisi Wagner di Moskwa. (Gavriil GRIGOROV / SPUTNIK / AFP)

Kumbanews.com – Pemerintah Rusia mengecam keras serangan bersenjata yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan menyerukan upaya deeskalasi melalui jalur dialog. Kecaman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (3/1/2026), menyusul serangan Washington yang terjadi pada hari yang sama.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu Rusia menyebut tindakan AS sebagai agresi bersenjata yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan. Moskow menilai alasan yang dikemukakan Washington untuk membenarkan serangan tersebut tidak dapat diterima.

Bacaan Lainnya

“Permusuhan yang diideologisasikan telah mengalahkan pertimbangan pragmatis serta kemauan untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan prediktabilitas,” demikian pernyataan Kemlu Rusia, seperti dikutip dari kantor berita TASS.

Rusia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan memusatkan perhatian pada pencarian solusi damai melalui dialog. Moskow juga menekankan bahwa setiap pihak yang memiliki klaim satu sama lain harus menyelesaikan perselisihan tanpa kekerasan.

“Kami berangkat dari asumsi bahwa semua pihak yang mungkin memiliki klaim satu sama lain harus mencari cara untuk menyelesaikan masalah mereka melalui solusi berbasis dialog. Rusia siap mendukung upaya tersebut,” lanjut pernyataan Kemlu Rusia.

Selain itu, Rusia menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal, terutama intervensi militer. Moskow kembali mengingatkan bahwa Amerika Latin seharusnya tetap menjadi zona damai sebagaimana dideklarasikan pada 2014.

Rusia juga menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela serta dukungan terhadap pemerintahan Bolivarian yang saat ini berkuasa, yang dinilai berupaya melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara.

Terkait situasi di lapangan, Kemlu Rusia memastikan bahwa Kedutaan Besar Rusia di Caracas tetap beroperasi dan menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Venezuela guna memantau perkembangan situasi keamanan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto menyatakan bahwa AS telah menyerang fasilitas sipil dan militer di Caracas. Pemerintah Venezuela kemudian memberlakukan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan tersebut dan mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut untuk menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. (***)

 

Pos terkait