Kumbanews.com – Seekor tikus raksasa Afrika bernama Magawa kembali dikenang dunia. Jasanya sebagai pendeteksi ranjau darat kini diabadikan dalam bentuk patung di Siem Reap.
Patung tersebut diresmikan pada Jumat (3/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Kesadaran Ranjau yang jatuh setiap 4 April. Ini menjadi penghormatan atas kontribusi besar Magawa dalam menyelamatkan ribuan nyawa.
Melansir laporan BBC, Magawa menjalani tugasnya sejak 2016 setelah dilatih oleh APOPO. Selama lima tahun pengabdian, ia berhasil menemukan lebih dari 100 ranjau darat dan bahan peledak lain di Kamboja.
Tak hanya itu, Magawa juga tercatat membersihkan lebih dari 141 ribu meter persegi lahan—setara sekitar 20 lapangan sepak bola. Kemampuannya luar biasa, bahkan mampu memeriksa area seluas lapangan tenis hanya dalam waktu 20 menit.
Atas dedikasinya, Magawa dianugerahi PDSA Gold Medal pada 2020. Penghargaan ini setara dengan George Cross bagi manusia, menjadikannya tikus pertama yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Meski telah pensiun dan mati pada 2022, peran Magawa tetap dikenang. Monumen ini juga menjadi pengingat bahwa ancaman ranjau darat di Kamboja masih belum sepenuhnya teratasi.
Menurut data United Nations, lebih dari satu juta warga Kamboja masih hidup di wilayah yang terkontaminasi ranjau dan bahan peledak aktif.
APOPO sendiri telah melatih tikus pendeteksi ranjau yang dikenal sebagai “HeroRATS” sejak 1990-an. Dengan berat tubuh yang ringan, tikus-tikus ini tidak memicu ledakan, sehingga lebih aman dibandingkan manusia dalam proses deteksi.
Selain ranjau, mereka juga mampu mendeteksi penyakit seperti tuberkulosis hingga membantu upaya pemberantasan perdagangan satwa liar ilegal.
Kisah Magawa menjadi bukti bahwa bahkan hewan kecil sekalipun bisa memberikan dampak besar bagi kemanusiaan.





