Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza, Israel Protes

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Kumbanews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang sejumlah negara untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, sebuah badan baru yang bertugas mengawasi gencatan senjata dan proses rekonstruksi di wilayah Gaza. Namun, Israel menyampaikan keberatan karena pembentukan dewan ini dianggap tidak dikoordinasikan dan bertentangan dengan kebijakan negaranya.

Sedikitnya empat negara, Yordania, Yunani, Siprus, dan Pakistan, telah menerima undangan resmi dari Washington. Sebelumnya, Kanada, Turki, Mesir, Paraguay, Argentina, dan Albania juga dikabarkan menerima undangan serupa, meski total negara yang diajak belum dipublikasikan.

Bacaan Lainnya

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, “Susunan Dewan Perdamaian Gaza bertentangan dengan kebijakan Israel dan tidak dibahas dengan pihak Israel,” seperti dikutip dari The Jerusalem Post.

Dewan Perdamaian Gaza direncanakan beranggotakan para pemimpin dunia, dengan daftar resmi kemungkinan diumumkan bertepatan World Economic Forum di Davos, Swiss. Badan ini akan mengawasi fase lanjutan gencatan senjata yang mulai berlaku 10 Oktober, termasuk pembentukan komite Palestina baru, pengerahan pasukan keamanan internasional, pelucutan senjata Hamas, serta rekonstruksi wilayah terdampak perang.

Laporan Bloomberg pada 18 Januari 2026 mengungkap rancangan Piagam Dewan Perdamaian Gaza, menyebutkan keanggotaan permanen baru hanya bisa dimiliki jika negara memberikan kontribusi dana 1 miliar dolar AS.

 

Pos terkait