Kepala Intelijen IRGC Tewas Diserang Israel, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Seyed Majid Khademi gugur dalam serangan Israel, Senin (6/4/2026). (Dok. khamenei.ir)

Kumbanews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kepala intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Seyed Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.

Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengutip pernyataan resmi IRGC yang menyebut Khademi gugur dalam serangan tersebut pada Senin (6/4/2026).

Bacaan Lainnya

Khademi diketahui baru menjabat sebagai kepala organisasi intelijen IRGC sejak Juni 2025. Ia menggantikan Mohammad Kazemi, yang sebelumnya juga tewas dalam serangan serupa.

Situasi kawasan semakin memanas sejak serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang dan memperparah eskalasi konflik.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa pihaknya menargetkan Khademi dalam operasi terbaru.

“Kami mengeliminasi para pemimpin teroris. Para pemimpin Iran kini hidup dalam bayang-bayang menjadi target,” ujar Katz.

Sejumlah analis menilai, meskipun pejabat tinggi menjadi sasaran, struktur komando Iran yang terdesentralisasi memungkinkan negara tersebut tetap mampu mengoordinasikan serangan dan mempertahankan operasi militernya.

Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.

 

Pos terkait