Kumbanews.com – Dua spesies ikan asal Sungai Amazon kerap menjadi perbincangan karena karakter dan dampaknya yang sangat berbeda, yakni ikan sapu-sapu dan ikan piranha.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk perairan tercemar. Kemampuan adaptasi ini membuat populasinya cepat berkembang, terutama di sungai-sungai yang minim predator alami.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga memiliki kebiasaan menggali lubang pada tebing sungai untuk berkembang biak. Aktivitas tersebut dalam jangka panjang dapat memicu erosi bantaran sungai dan berpotensi merusak struktur lingkungan perairan.
Meski tidak berbahaya secara langsung bagi manusia, keberadaan ikan sapu-sapu dapat mengganggu ekosistem karena bersaing dengan ikan lokal dalam mendapatkan makanan, sehingga memengaruhi keseimbangan rantai makanan.
Berbeda dengan itu, ikan piranha dikenal sebagai predator dengan gigi tajam dan perilaku berburu berkelompok. Di habitat aslinya, piranha berada di puncak rantai makanan dan memangsa ikan lain serta hewan kecil yang masuk ke air.
Namun, meski terkenal ganas, piranha relatif jarang ditemukan dan sulit berkembang di luar habitat aslinya, termasuk di Indonesia. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai membuat populasinya tidak mudah bertahan seperti ikan sapu-sapu.
Kesamaan keduanya terletak pada asal usulnya. Baik sapu-sapu maupun piranha sama-sama berasal dari perairan Amazon di Amerika Selatan, namun masuk ke berbagai negara melalui jalur perdagangan ikan hias maupun pelepasan oleh pemilik.
Perbedaan karakter inilah yang membuat ikan sapu-sapu lebih sering menjadi masalah ekologis dibandingkan piranha di perairan yang bukan habitat aslinya.





