Kumbanews.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan retribusi Kabupaten Maros pada triwulan pertama 2026 mencatat kinerja positif. Hingga periode tersebut, realisasi PAD telah mencapai Rp79 miliar atau 22,55 persen dari target tahunan sebesar Rp352 miliar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut capaian tersebut masih berada pada jalur yang baik dan mendekati target ideal triwulan pertama yang berkisar 25 persen.
“Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari target Rp41,5 miliar, realisasi PBB baru mencapai Rp2 miliar atau 4,84 persen.
Kondisi tersebut dipengaruhi kepemilikan lahan yang banyak berada di luar daerah, sementara objek pajak berada di wilayah Maros, seperti Kecamatan Maawa.
Selain itu, capaian sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga masih bervariasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi yang tertinggi dengan 40 persen, sementara Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM baru 12 persen.
Dinas Pariwisata baru mencapai 9,6 persen, namun berpotensi meningkat jika kontribusi kawasan Bantimurung dihitung, yang dapat mencapai sekitar 20 persen.
Dinas Pertanian juga masih rendah di angka 14,7 persen, dipengaruhi pola layanan yang tidak selalu berbasis kunjungan langsung.
Di sektor perdagangan, sistem pembayaran sewa kios yang dilakukan per enam bulan turut memengaruhi rendahnya realisasi awal tahun.
Sementara itu, sektor kesehatan di Kecamatan Camba telah menyumbang sekitar Rp9 juta, namun masih terbatas karena belum bisa melakukan klaim BPJS lantaran proses akreditasi masih berjalan.
“Jadi belum bisa melakukan klaim ke BPJS,” tutupnya.





