Dispar Makassar Dorong Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Pelatihan Sapta Pesona Libatkan Tiga Kecamatan

Wahab (Ewa), Ketua RT 05 RW 02 (dua dari kanan), berfoto bersama peserta Pelatihan Sapta Pesona dari Kecamatan Tamalate di Hotel Almadera Makassar. (Foto: Ewa)

Kumbanews.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar terus memperkuat arah pengembangan sektor pariwisata melalui kegiatan Pengelolaan Daya Tarik Wisata Kabupaten/Kota pada sub kegiatan Penetapan Daya Tarik Wisata Unggulan.

Kegiatan yang digelar di Hotel Almadera Makassar, Rabu (22/4), ini menjadi bagian dari strategi mendorong pariwisata berbasis potensi lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Pelaksana, Khairil Amri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan destinasi sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kegiatan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi destinasi wisata berbasis kearifan lokal, meningkatkan kapasitas pengelolaan, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi pariwisata, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat.

Sementara itu, Sekretaris Dispar Kota Makassar, Benyamin Budianto Turupadang, yang hadir mewakili Kepala Dinas saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak semata berbicara soal jumlah kunjungan.

“Pariwisata adalah cerminan identitas daerah. Karena itu, pengembangan destinasi harus berbasis kearifan lokal dan dilakukan secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memberikan nilai tambah bagi daerah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan keunikan di setiap destinasi agar mampu menarik minat wisatawan.

“Kita harus memastikan setiap destinasi memiliki daya tarik yang kuat, baik dari sisi pengalaman, budaya, maupun keunikan lokal. Di sinilah peran kearifan lokal menjadi kekuatan utama dalam membangun daya saing pariwisata,” tambahnya.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penting, mulai dari menjaga lingkungan, mempertahankan keaslian destinasi, hingga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Dispar Makassar juga menggelar Pelatihan Sapta Pesona dan Pariwisata Dasar 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 April 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Pelatihan ini diikuti peserta dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tallo, Kepulauan Sangkarrang, dan Tamalate, dengan melibatkan perwakilan masyarakat hingga tingkat RT dan RW.

Salah satu peserta, Wahab yang akrab disapa Ewa, Ketua RT 05 RW 02 yang mewakili Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata.

“Setiap kelurahan di Makassar ada satu perwakilan RT dan satu perwakilan RW se-Kota Makassar,” ujarnya.

Ia menilai penerapan konsep Sapta Pesona sangat penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung.

“Tujuan konsep Sapta Pesona agar wisatawan menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, baik lokal maupun luar daerah, serta membuat wisatawan merasa betah dan ingin berkunjung kembali,” jelas Wahab.

Melalui kegiatan ini, Dispar Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga sektor pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.

Pos terkait