Ribuan Muslim Pakistan Siap Jihad Jika Belanda Ngotot Buat Lomba Gambar Nabi Muhammad SAW

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Ribuan Islamis di Pakistan menggelar unjuk rasa menuntut Perdana Menteri Imran Khan memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Sebab, salah satu anggota parlemen anti-Islam, Geert Wilders, menggelar perlombaan untuk menggambar Nabi Muhammad dalam versi kartun.

Dilansir dari The Guardian, aksi yang digelar pada Rabu (29/8) itu diorganisir oleh partai politik Tehreek-e-Labbaik (TLP). Mereka dikenal sebagai partai politik yang selalu reaktif merespon penistaan terhadap agama. Tahun lalu, mereka sempat meluluhlantakkan Islamabad selama satu bulan karena kasus serupa.

Bacaan Lainnya

1. Kompetisi akan diselenggarakan pada November 2018

Rencananya, kompetisi ini akan digelar pada November 2018 dengan total hadiah US$10,000 atau senilai dengan Rp1,4 miliar. Geert menyediakan 200 slot peserta bagi siapa saja yang ingin mengikuti kompetisi ini.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengecam kompetisi tersebut. Pada bulan Juni lalu, Geert telah dinyatakan bersalah karena apa yang dilakukannya dianggap sebagai tindakan menyebarkan kebencian. Kendati begitu, Mark tidak bisa menghalanginya karena dianggap bagian dari kebebasan berekspresi.

2. TLP siap berunjuk rasa selama mungkin

Salah satu pemimpin TLP, Peer Afzal, mengatakan bahwa ia bersama ribuan masa lainnya siap turun aksi hingga aspirasi yang disuarakannya didengar oleh pemerintah. “Kami bisa saja ditangkap, tetapi kami akan kembali sampai kontes kartun dihentikan atau utusan Belanda diusir,” katanya.

Sementara itu, Khadim Rizvi sebagai salah satu ulama TLP menyampaikan bila “jihad” adalah solusi untuk menghadapi Belanda. Bila tuntutannya tidak didengar, TLP bersama 2000 masa lainnya berencana untuk menduduki Islamabad dan Rawalpindi selama tiga minggu pada November nanti.

3. Senat Pakistan akan membawa kasus ini ke PBB

Menanggapi aspirasi publik, senat Pakistan berjanji akan membawa aspirasi ini ke sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September. Lebih dari itu, Khan berencana untuk mengajak negara Islam lainnya guna membuat aturan atau undang-undang soal penistaan agama.

“Jika mereka (negara barat) bisa merasa sedih saat membicarakan Holocaust, kenapa kami tidak bisa menyampaikan kepada barat betapa sedihnya kami ketika mereka melakukan hal yang sama, yaitu menghujat Islam dan Nabi suci yang kami cintai, kenapa?,” terang Khan sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.

Suka atau tidak, Khan harus memenuhi tuntutan para demonstran. Bukan tanpa alasan, rektorika untuk menegakkan kembali ajaran Islam merupakan alat kampanye yang ia gunakan untuk menggaet suara pada masa pemilu.

Pos terkait