Timsus Polda Sulsel Sambangi Wartawan Korban Penganiayaan di Rumah Sakit Islam Faisal

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Sejumlah anggota Timsus Polda Sulsel mendatangi Rumah Sakit Umum Islam Faisal dipimpin Ipda Arten untuk menjenguk wartawan Mitra Sulawesi Arif Wangsa, Kamis (21/3/19) sekitar pukul 20.50 Wita.

Kesehatan Arif Wangsa sendiri terlihat sudah membaik dari kondisi sebelumnya, yang sempat tidak sadarkan diri di ruang UGD Rumah Sakit Umum Islam Faisal selama beberapa jam.

Bacaan Lainnya

Wartawan Arif Wangsa juga sejak pukul 18.00 wita sudah dipindahkan di ruang perawatan kamar VIP 103, sehingga sudah mudah untuk dijenguk oleh siapa saja.

Wartawan korban penganiayaan di kompleks pasar segar depan posko Timsus Polda Sulsel kemarin malam, yang sempat menjadi bahan pemberitaan beberapa media kini kasusnya telah terang benderang dimana merupakan hanya kesalah pahaman semata.

“Saya memang tidak tahu ndan, itu posko Timsus Polda Sulsel yang dikelilingi masyarakat dan aparat, saya memang kesal pada saat itu kepada petugas loket dan satpam pasar segar karena diarahkan harus bolak balik untuk mencari pintu keluar kompleks, sementara knalpot motor saya memang suaranya agak bising dan saat melintasi posko Timsus Polda Sulsel ada yang marah-marah,” ucap Arif Wangsa bercengkrama riang bersama anggota Timsus Polda Sulsel dan sejumlah wartawan lainnya.

Kondisi yang terjadi hingga saat ini kata Arif Wangsa memang tidak terduga sama sekali, awalnya luka yang dialaminya tak digubrisnya karena dianggapnya hanya luka biasa karena masih bisa berjalan dan berkomunikasi walaupun sakitnya memang cukup terasa terlebih mengeluarkan darah segar di telinga.

“Saya kerumah sakit ini hanya untuk memeriksa biasa saja tidak untuk seperti meminta melakukan visum atau apa, namun tanpa saya sadari tiba-tiba saja langsung jatuh pingsan selesai di periksa oleh dokter setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi dan baru siuman esok harinya,” cetusnya.

Setelah siuman barulah dirinya menelepon sejumlah sanak keluarga dan rekan-rekannya yang lain untuk memberi tahukan bahwa dirinya dirawat di rumah sakit umum Islam Faisal seorang diri dan rencananya akan dilakukan operasi.

Sontak kabar tersebut sempat membuat panik sanak kerabat keluarga Arif Wangsa karena luka yang dialaminya ternyata cukup parah dan harus mendapat penanganan serius.

Kendati demikian sejak awal Arif Wangsa beserta seluruh keluarganya menganggap apa yang terjadi adalah kecelakaan yang tidak sengaja dilakukan, karena hanya kesalah phaman maka tidak perlu berproses hukum.

“Tidak perlu ada proses hukum, kami sekeluarga bersyukur dan sangat berterima kasih mendapat kunjungan para anggota Timsus Polda Sulsel beserta seluruh perhatian jajaran Polri khususnya di wilayah Polsek Panakukang dan utamanya Polda Sulsel,” papar Arif Wangsa mengutip ucapan ayahnya yang merupakan seorang guru disalah satu sekolah di Kabupaten Takalar.

Dalam kunjungan di ruang kamar perawatan para anggota Timsus Polda Sulsel yang dipimpin oleh Ipda Arten di hadapan wartawan Arif Wangsa beserta beberapa sanak keluarganya juga beberapa wartawan dan aktivis mahasiswa lainnya yang hadir terlihat jelas suasana kekeluargaan yang sesekali diselingi canda dan tawa.

Di sela-sela pertemuan tersebut Ipda Arten sempat memberi klarifikasinya langsung kepada para wartawan terkait insiden pasar segar yang melibatkan wartawan dan anggota Timsus Polda Sulsel serta masyarakat.

Tudingan kepada Ipda Arten beserta para anggota Timsus Polda Sulsel lainnya dan oknum wartawan TV yang disebut dalam pemberitaan, membantah terlibat telah melakukan kekerasan terhadap wartawan Arif Wangsa.

Jika ada benturan fisik yang tidak disengaja itu tidak lain adalah bentuk pengamanan kepada wartawan Arif Wangsa yang berada di tengah kerumunan masyarakat yang terlibat keributan.

“Tidak ada perlakuan kekerasan apa lagi dengan sengaja mencekik wartawan Arif Wangsa pada saat itu, saya dan anggota lainnya hanya mengamankan yang bersangkutan keluar dari keributan,” tegas Ipda Arten.

Memang ada sedikit kesalah pahaman antara anggota Timsus Polda Sulsel saat itu yang lagi kumpul di posko kemudian Arif Wangsa lewat memakai sepeda motor tapi suara motornya keras dan agak cepat sehingga anggota Timsus Polda Sulsel ikuti atau di buru.

“Seperti kita tahu bagaimana apakah di pukul atau bagaimana saya tidak sampai melihat tapi setelah di kerumunan banyak orang kemudian saya amankan,” jelas Ipda Arten.

Lanjut Ipda Arten, dalam masalah ini tentu kita juga harus koordinasi yang baik agar diselesaikan secara kekeluargaan, pimpinan juga mengarahkan supaya anak buah itu koordinasi agar semua ini tidak ada lagi kelanjutannya kalo memang sampai disini saja adapun kami memberikan sedikit biaya itu kami betul-betul berikan untuk membantu.(*)

 

Pos terkait