Upah Rp 75 Per Lembar, KPU Makassar Libatkan 400 Relawan Lipat Kertas Suara

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memulai kegiatan sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Umum 2019. Pada hari pertama, Kamis, 7 Maret 2019, KPU melibatkan 400 relawan dan dijaga ketat aparat keamanan.

Ketua KPU Makassar Farij Wajdi mengatakan, pihaknya masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftar sebagai relawan. Sebab pihaknya memperkirakan butuh sekitar 800 tenaga untuk menyortir dan melipat 4,9 juta lebih surat suara.

Bacaan Lainnya

“Kita terbuka untuk umum. Syaratnya punya integritas, bisa baca tulis, tidak buta warna, dan punya KTP,” kata Farid.

KPU Makassar pada tahap awal menyortir dan melipat surat suara untuk pemilihan calon legislatif DPR RI. Itu sesuai dengan jenis kertas yang lebih dahulu datang dari percetakan di Surabaya, Jawa Timur.

Jumlah surat suara DPR RI di Makassar 988 ribu lembar lebih, sesuai jumlah daftar pemilih tetap. Jumlah tersebut termasuk tambahan dua persen dari total sebagai surat suara cadangan.

Farid mengungkapkan, pihaknya belum mengonfirmasi tenggat waktu surat suara lainnya tiba dari percetakan. Surat suara untuk pemilihan presiden juga dicetak di Surabaya.

“Yang dicetak di sini (Makassar) ada tiga, yaitu DPRD Provinsi, DPRD Kota, dan DPD,” ucapnya.

Menurut Farid, sejauh ini belum ada kendala berarti dalam distribusi maupun proses sortir dan lipat surat suara. KPU Makassar menargetkan proses sortir dan lipat kertas suara selesai paling lambat akhir Maret. Sebab, sebelum 10 April, diharapkan seluruh proses distribusi sudah selesai.

“Artinya kami kejar sebelum April pelipatan sudah diselesaikan,” katanya.

Sebelumnya, anggota KPU Makassar Gunawan Mashar menyebutkan, setiap relawan sortir dan lipat surat suara akan mendapatkan upah. Nilainya berbeda sesuai tingkat kesulitan masing-masing surat suara.

Tenaga relawan akan diberi upah sesuai jumlah kertas yang mereka lipat. Untuk kertas Pemilihan Presiden 2019, upahnya diberikan Rp75 per lembar.

“Untuk kertas pemilihan anggota legislatif dan DPD sekitar Rp96 per lembar. Untuk kertas suara pilpres lebih murah karena membentuk lipatannya lebih mudah,” kata Gunawan. (*)

Pos terkait