AS Perkuat Kekuatan Militer di Timur Tengah: 16 Kapal Perang dan 40 Ribu Personel Dikerahkan

Kapal perang dan jet tempur AS memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. (Foto: Arise.tv)

Kumbanews.com – Amerika Serikat memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Laporan Financial Times menyebutkan, total 16 kapal perang, sekitar 40 ribu personel militer, dan beberapa sayap udara tempur kini dikerahkan ke wilayah strategis.

Langkah Strategis AS

Bacaan Lainnya

Pengerahan kekuatan mencakup angkatan laut dan udara yang tersebar di pangkalan strategis di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Presiden Donald Trump menyatakan keputusan akhir akan diambil dalam 10–15 hari ke depan, apakah melanjutkan diplomasi atau melancarkan operasi militer.

“Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan,” kata Trump, Senin (23/2/2026).

Sinyal Diplomasi dan Tekanan Maksimal

Meski peningkatan militer signifikan, Gedung Putih tetap membuka ruang negosiasi. Whistleblower John Kiriakou, mantan perwira CIA, mengungkap Trump memutuskan opsi serangan ke Iran bisa dilaksanakan awal pekan ini.

Penguatan Udara dan Laut

Sebelumnya, AS menempatkan lima sayap udara dengan masing-masing sekitar 70 pesawat di pangkalan wilayah Teluk. Kini, dua sayap tambahan ditempatkan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, memperluas jangkauan tempur di sekitar Iran.

Data Universitas Tel Aviv menunjukkan, pangkalan Muwaffaq Salti, Yordania menampung 66 jet tempur, termasuk F-35, F-15, A-10, pesawat perang elektronik, dan angkut. Di Arab Saudi, jumlah jet tempur meningkat signifikan, mencerminkan ekspansi jejak militer AS.

Potensi Konflik Terbuka

Pengerahan besar ini menimbulkan spekulasi bahwa Washington menyiapkan opsi militer serius, namun tetap memberi ruang bagi negosiasi. Para analis menilai, langkah ini sekaligus sebagai tekanan maksimal kepada Iran sambil menjaga peluang diplomasi.

Pos terkait