Lapas Maros Meriahkan HBP ke-62, Tampilkan Karya Warga Binaan di Bazar dan Jalan Santai

Lapas Maros ikut meriahkan HBP ke-62 dengan bazar produk warga binaan dan kegiatan jalan santai di Palopo. (Dok. Humas Lapas Maros)

Kumbanews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros turut ambil bagian dalam kegiatan jalan santai dan bazar produk karya warga binaan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tingkat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang digelar di Gedung Opu Daeng Risadju, Kota Palopo, Sabtu (11/4/2026), ini diikuti oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan jalan santai yang berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat kebersamaan dan semangat kebugaran, sekaligus memperkuat sinergi antarpetugas pemasyarakatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand bazar Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel bersama Ketua PIPAS Daerah Sulawesi Selatan. Bazar tersebut menampilkan beragam produk hasil karya anggota PIPAS bersama warga binaan.

Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk olahan, yang menunjukkan kreativitas serta keberhasilan program pembinaan kemandirian di setiap satuan kerja.

Partisipasi Lapas Maros dalam bazar ini menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang produktif dan berdaya guna. Produk yang ditampilkan diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize yang semakin menambah semarak suasana. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir.

Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan hasil pembinaan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkuat sinergi antarpetugas, tetapi juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai dan layak bersaing,” ujarnya.

Pos terkait