Relawan Medis Unhas, Penjaga Gawang Kemanusiaan

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Dea Ambarwati Kusuma, mahasiswi akhir Fakultas Kedokteran Unhas, pengurus inti Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Unhas, sejak kelas 3 SDN 11 Slipi Pagi, Jakarta bercita-cita menjadi pengabdi kemanusiaan. Anak pertama dari pasangan aktivis perbukuan nasional, Bachtiar Adnan Kusuma dan Suriani Kaimuddin ini, semasa masih SD bermimpi jadi dokter dan ingin membantu sesama manusia. Mimpinya membantu sesama manusia, terwujud dengan menjadi aktivis TBM Unhas yang berkali-kali dikirim ke berbagai lokasi musibah untuk memberikan pertolongan pada orang lain.

Sebagai ¬†ayah, saya pernah bertanya pada Dea, kelak setelah jadi dokter, mau mengabdi di kampus almamater sebagai dosen atau menjadi dokter yang bekerja di rumah sakit?Saat itu, Dea pun spontan menjawabnya,” Ayah, saya ingin terjung ke masyarakat sebagai pengabdi ummat”.

Bacaan Lainnya

Mendengar jawaban Dea, sebagai ayah masih teringat tatkala Dea masih di kelas 3 SDN Slipi 11 Pagi. Ia ingin menjadi dokter, ingin membantu sesamanya. Jawaban inilah yang rupanya masih saja tetap dirawat dan dijaganya. Dan, hari ini membuktikannya dengan turut serta dalam Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Unhas di Palu. Dea bersama senior-seniornya bertugas di Rumah Sakit Undata, Palu.

Sebagai relawan medis, Dea sangat senang dan bersyukur karena aktif terlibat di TBM Unhas, selain sebagai pengobat duka atas korban tsunami Elma( sepupu Dea ) yang sampai saat ini belum ditemukan jasadnya, ia juga pulang kampung. Ibu Dea, berasal dari Sulteng, tepanya Kab. Toli-toli, dan disinilah kakek dan nenek serta ibunya lahir dan mengabdi untuk tanah kelahirannya, Palu.

Karena itu, kami berdua sebagai orang tua, selalu hadir mendukung Dea. Ya, impian kami setamat di Fakultas Kedokteran Unhas, kamj berharap Dea bisa melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri. ” Bagi kami pendidikan adalah investasi dunia dan akherat, hanya pendidikan yang baik, bisa memberikan hidup yang lebih baik”, papar BAK. Dan, sekecil apapun bentuknya pengabdian untuk tugas kemanusiaan di Palu, kami berharap Dea menuliskan dalam sebuah buku Inspirating” Penjaga Gawang Kemanusiaan”. Terbanglah bersama Mimpimu.

Pos terkait