Ikut Unjuk Rasa, Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap

  • Whatsapp

Kumbanews.com – Penangkapan terhadap Duta Besar Inggris untuk Iran, Robert Macaire oleh pihak berwenang Iran ketika tengah mengikuti aksi unjuk rasa di depan sebuah universitas di Teheran mengundang reaksi keras dari London.

Berdasar laporan kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Macaire ditahan selama satu jam lebih sebelum akhirnya dibebaskan.

Bacaan Lainnya

“Penangkapan Dubes kami di Teheran tanpa alasan ataupun penjelasan merupakan pelanggaran hukum Internasional yang sangat mencolok,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dalam sebuah penyataan pada Sabtu (11/1).

Raab memandang jika pemerintah Iran kini sedang berada di persimpangan jalan, mereka harus memilih, apakah akan sengsara dengan segala isolasi politik dan ekonomi jika hal ini diteruskan, atau mereka memilih untuk berdiplomasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan.

Berdasar laporan Tasnim, Macaire ditangkap dengan tuduhan memprovokasi para demonstran untuk bertindak radikal. Penangkapan tersebut dimaksudkan untuk ‘penjelasan lebih lanjut’.

Namun berdasarkan laporan dari The Washington Post dan The Guardian, sebelum penangkapannya, Macaire tengah berada di tengah sebuah aksi protes berkaitan dengan 176 penumpang pesawat Ukraina yang menjadi korban penembakan oleh Iran.

Pihak berwenang Iran sendiri mengakui, bahwa mereka telah menembak pesawat Ukraina yang dikira sebagai rudal jelajah.

Pihak Teheran mengungkapkan, bahwa militer mereka sedang dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi sebagai antisipasi terhadap kemungkinan datangnya serangan balasan AS setelah mereka menyerang dua pangkalan militer AS di Irak.

Serangan itu sendiri diluncurkan sebagai reaksi atas terbunuhnya jenderal Iran, Qassem Soleimani di tangan AS.

The Associated Press melaporkan, bahwa sebagian besar korban penembakan pesawat adalah warga negara Iran, hal inilah yang memicu aksi protes, pemerintah Iran dianggap telah melakukan kesalahan fatal.

Sementara itu, pihak Washington sendiri mengecam penangkapan Macaire dan meminta Iran segera meminta maaf secara resmi kepada Inggris.

“Ini melanggar Konvensi Wina, (dari) rezim yang terkenal memiliki sejarah pelanggaran,” ungkap jubir Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus di Twitter pada Sabtu (11/1).

“Kami menyerukan rezim (Iran) untuk secara resmi meminta maaf kepada Inggris karena melanggar hak-haknya dan untuk menghormati hak-hak semua diplomat,” tegasnya. (*)

Pos terkait