Kumbanews.com – Kematian gembong narkoba paling diburu di dunia, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, memicu gelombang kekerasan besar-besaran di Meksiko. Ia dilaporkan tewas dalam operasi militer di wilayah Jalisco setelah baku tembak sengit dengan aparat keamanan.
El Mencho dikenal sebagai pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel narkoba paling kuat dan brutal di negara tersebut. Selama bertahun-tahun, ia menjadi target utama pemerintah Meksiko dan aparat penegak hukum internasional.
Pasca kematiannya, situasi keamanan langsung memanas. Sejumlah kota dilaporkan mengalami kerusuhan, pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, hingga bentrokan bersenjata antara kelompok kriminal dan aparat. Pemerintah setempat mengerahkan ribuan personel militer dan Garda Nasional untuk meredam aksi balasan dari jaringan kartel.
Beberapa laporan menyebutkan korban jiwa berjatuhan, termasuk aparat keamanan dan warga sipil. Bandara di sejumlah wilayah sempat mengalami gangguan operasional akibat situasi yang tidak kondusif.
Pemerintah Meksiko menegaskan operasi tersebut dilakukan oleh aparat nasional, meski diakui ada dukungan intelijen dari luar negeri. Otoritas kini berupaya mencegah konflik antar faksi kartel yang dikhawatirkan semakin memperburuk stabilitas keamanan.
Kematian El Mencho dinilai menjadi pukulan besar bagi jaringan kartel, namun di sisi lain memunculkan risiko kekosongan kekuasaan yang dapat memicu perang internal di tubuh organisasi kriminal tersebut.





